Abang, Kakak, Koko, Gan, Boss, Sir, Om, Pak, Mas dan lain sebagainya
Dari panggilan-panggilan sejenis, saya paling tidak nyaman dipanggil Om, Gan, Sir dan Kakak. Yang lainnya terserah, silahkan panggil saya Bang, Mas, Kang, Pak atau nama (sebaiknya Bin, bukan Rob) atau yang lainnya. Sebagai catatan, dipanggil 'Koko' saya suka, karena kesannya licik tapi bijak. Sementara itu, 'Boss' juga menyenangkan, karena saya jadi merasa sehat, gendut dan kaya.
Omong-omong masalah panggilan, saya pernah bekerja dengan employer orang Indonesia dan orang Asing. Dengan orang Indonesia, pimpinan selalu dipanggil dengan awalan "Pak", sementara dengan orang Asing, cukup nama depan saja. Yang lucu, kalau sudah campur aduk. Penyebabnya mungkin kebiasaan basa-basi busuk. Padahal, ini sebenarnya masalah penggunaan bahasa yang baik, yang tidak relevan sama sekali dengan sikap hormat gaya orang timur. Misalnya: manggil orang bule 'Pak Steve', atau 'Ibu Sarah'. Aneh aja dengarnya, harusnya panggil saja nama depannya. Atau di surat-menyurat dimulai dengan pembukaan, 'Dear Pak Ketut". Duh! Kenapa ngga 'Dear Ketut' kalau berbahasa Inggris atau 'Yth Pak Ketut' aja sih?
Di lain pihak, memang seringnya kita tidak bisa mengatur bagaimana orang lain memanggil kita. Tapi dalam komunikasi resmi, orang yang mengerti etika komunikasi biasanya bertanya dulu, "Saya manggil apa ya sebaiknya?". Baru kita sarankan, kita lebih nyaman dipanggil apa. Misalnya,"Panggil saja saya 'Nyet'!".
Sent from my iPhone




