29 Jun 2010

Nyanyian Brooklyn Ngga Fals, Yay!

Saya ingin Brooklyn belajar musik. Bukan karena saya bekas musisi dan ingin dia jadi musisi. Sebenarnya malah saya tidak ingin dia jadi musisi, karena masih banyak pekerjaan menarik lain di dunia ini selain jadi musisi (seriously!).

Tapi, belajar musik itu penting, untuk suplemen dan pengasah otak manusia. Berbagai riset menyatakan bahwa orang yang menguasai instrumen musik (ngga mesti musisi, tapi orang yang menguasai instrumen musik secara aktif), lebih pintar daripada orang yang tidak menguasai instrumen musik sama sekali. Bahkan, insinyur-insinyur terbaik di Silicon Valley, hampir tanpa kecuali, merupakan orang-orang yang menguasai instrumen musik dengan aktif (sumber). Jadi, belajar musik itu tidak ada ruginya sama sekali.

Yang saya ingat selama bermain musik, salah satu prasyarat orang bisa mahir menguasai instrumen musik adalah memiliki suara yang tidak fals dan bisa mengikuti ketukan (tentunya, ada perkecualian). 

Sekarang pertanyaannya, mengapa musti sampai mahir sih? Begini. Jika orang bisa belajar musik sampai mahir, maka dia harus menghabiskan waktu cukup banyak waktu untuk belajar memainkan instrumen. Semakin banyak waktu yang dia habiskan untuk belajar instrumen musik, semakin terasah otaknya. Gitu.

Yang menyenangkan, dari beberapa kali melihat dan mendengar Brooklyn nyanyi (dan menari), suaranya pas dan dia tidak kesulitan menari mengikuti ketukan. Seperti bisa dilihat di video dan audio dibawah ini:

 <span>Twinkle2 by lowrobb</span> 

http://audioboo.fm/boos/136568-i-love-you-you-love-me-we-are-happy-family-na-na-na.mp3">Listen!

Yay! Come on Brooklyn!

Sent from my iPhone